Showing posts with label Orek-orekan. Show all posts
Showing posts with label Orek-orekan. Show all posts

Friday, 25 January 2013

Pesta






Apakah masih harus aku ceritakan tentang malam ini
Sedang lampu kota dan bintang bintang lebih berbicara
Aku rasa tentang bahagia

Bahagia yang kadang mirip jalan jalan panjang
Juga kadang serupa suara dentuman saling bersautan
Atau mata mata kaca peniup terompet penanti pergantian

Pergantian yang entah bagaimana mulanya
Dinantikan
Dirayakan
Dipestakan

Pesta yang konon katanya untuk mengubur kenangan
Pesta yang konon katanya untuk sebuah pengharapan

Sedang kenangan kiranya hanya kata yang malang
Terbuang


A. Sasmita
Purwodadi,
31 Desember 2012


Thursday, 8 November 2012

Angin


Angin


Tak ada yang perlu kau rindu risaukan
Jika aku adalah kecupan
Hangat melekat dikening

Tak ada yang perlu kau rindu risaukan
Jika aku adalah belaian
Lembut disela rambut

Tak ada yang perlu kau rindu risaukan
Jika aku adalah dekapan
Erat mengikat rusuk hingga belikat

Tak ada yang perlu kau rindu risaukan
Jika aku adalah angin
Tak terlihat
Hanya terasa

Cintaku



A. Sasmita
Purwodadi,
19 Oktober 2012

Wednesday, 7 November 2012

Selamat jalan

Selamat jalan



Yang tertinggal
Jatuh disudut mata
Merupa linang
Liang mengenang
Sepanjang jalan
Menuju Rumah
Pulang

Sayangnya kenangan itu seperti hujan
Kadang datang hilang
Tertinggal

Sayangnya kenangan itu tak serupa ruang
Tanpa sudut tepi
Sendiri

Pagi ini, Ia telah pergi
Bernyanyi nyanyi
Menari nari
Bersiul siul

Menuju Rumah
Pulang



A. Sasmita
Purwodadi,

20 Juni 2012

Tuesday, 6 November 2012

Singgah

Singgah



Segala untuk melepas lelah
Perjalanan yang menuju entah
Negeri antah berantah

Singgahlah sejenak
Mungkin baik untuk hati dan benak







A. Sasmita
Pati,
02, Juni 2012

Monday, 5 November 2012

Sajak sajak koran

Sajak sajak koran


Minggu yang buram
Di halaman belakang
Huruf huruf berderet pagar
Mereka penjaring malam

Kertas berserakan
Imaji dan pikiran
Menghuni pojok pojok kamar

Seteguk lagi pagi
Ayam yang bernyanyi

. . . .

Puntung rokok telah padam
Isteriku, kapan kita sarapan?


A Sasmita
Purwodadi,
12 Maret 2012

Sunday, 4 November 2012

Saturday, 3 November 2012

Monday, 10 October 2011

Warna

Warna


Sempurna kau rasa
Pada tubuh yang renta
Terbaring di muara senja
Tercecapi rimbun malam
Mengulita

Oh, siapa yang melamunkanya?


A. Sasmita
Purwodadi,
14 September 2011

Sunday, 9 October 2011

Kemana

Kemana



Telah lama
Tak mencoba
Mengarami cinta
Di bait bait rasa
Kian menua

Sendiri membaca
Di diri mengeja
Sampai mana kita?



A. Sasmita
Purwodadi,
14 September 2011

Saturday, 8 October 2011

Arti


Arti




Aku biarkan menghitam
Memukimi rongga dada dan ingatan
Seperti sisa sisa malam
Tersia sia
Sendiri tersiksa

Air mata hanya kata
Suka atau duka
Siapa yang tau artinya?



A. Sasmita
Pati,
02 September 2011

Friday, 7 October 2011

Disini

Disini



Rembulan atau lampu itukah yang bercahaya
Sementara angin setia menari
Mengirisi kulit tubuh kian ke pagi
Tik tak jam aku sangka mimpi
Tak taunya ia hanya rindu yang sendiri
Aku masih memelukmu disini
Disini
Benar benar disini
Hati


Mungkin kepulan asap yang akan mengungkap
Ia hanya lewat
Atau terbaca lengkap
Di belakang
Di belakang
Di belakang

Punggung kian jalang
Seperti layar
Seperti layar
Seperti layar



A. Sasmita
Pati,
01 September 2011 


Thursday, 6 October 2011

Burung Nasar


Burung Nasar


Akulah si burung Nasar
Yang kembali ke sarang
Membawa cerita malam
Dari perjalanan panjang

Sungguh aku ingin bercerita
Tentang kisah resah para pendosa
Tentang desah basah para pemangsa
Tentang bagaimana aku dan dia
Juga mereka saling bercinta
Memagut liar liur di mulut yang bau kentut
Merapal mantera sambil membusungkan dada
Karena kamilah penguasa
Juga kadang kami saling sikut
Berebut segala macam untuk isi perut

Shtt!
"Jangan ribut!"

Ini rahasia kita





A. Sasmita
Purwodadi, 
13 Agustus 2011


Tuesday, 4 October 2011

Asing


Asing


Dingin pun sedang sendiri
Menatap getir getar sanubari
Menancap pada derap urat nadi
Menancap pula pada hati
Menatap pula sunyi yang berlari

Sunyi itukah yang berlari?

Atau

Sunyi itulah yang berani?




A. Sasmita
Purwodadi,
12 Agustus 2011

Tuesday, 26 July 2011

Pecandu







Pecandu



Tiba tiba langit ungu
Dan malam seperti jalan yang berliku
Di nadiku bulan putih telah bersemayam
Lahirkan bentuk lain kehidupan
Yang mungkin bagi kalian adalah kapal yang karam

Siapa yang tau, aku menghisap harapan
Tentang segala yang telah mengendap
Tentang segala yang tak pernah genap
Gelap, sesak dan pengap

Kata siapa aku terperangkap?
Kata siapa aku terperangkap!

Cukup biarkan aku mengerang
Cukup biarkan aku meregang
Mati sendiri
Tak terkenang

Siapa yang tau, aku menghisap harapan



A. Sasmita
Purwodadi,
20 Juli 2011

Sunday, 22 May 2011

Marah

Marah

Merumah pada darah
Merah membakar wajah
Desir patah patah
Retak menjamah

Ruh pada tubuh
Pecah seluruh
Tanpa bentuk
Berteriak
Berteriak

Teriak!


A. Sasmita
Purwodadi,
04 Mei 2011

Saturday, 21 May 2011

Pada malam

Pada malam


Pada malam
Genderang alam dentam berdentam
Menaburi ribu biru gendam
Di nyanyi tik tak jarum jam
Nyaliku terkunci karam
Terajam diam

Oh, pada malam
Aku daki tebing tebing suram
Berduri dan kerikil tajam
Kalam kenapa kelam?


A. Sasmita
Pati,
26 April 2011

Tuesday, 17 May 2011

Kopi bagiku puisi

Kopi bagiku puisi


Hitam mengendam
Pahit menjerit

Kopi
Puisi

Ah ilusi
Sangat sakti


A. Sasmita
Rembang,
19 November 2010

Monday, 16 May 2011

Di pematang

Di pematang


Susur susut petang
Kaki jalan yang telanjang
Sisa siang masih terpanggang
Melayang rupa terangan
Kekasih, aku mencuri Tuhan
Sepanjang pematang

Tanah ini kerontang
Berbaris doa di tiap malam
Angkasakan lantang
Semoga hujan
Semoga hujan
Agar kami dapat makan

Di pematang
Lamun itu datang
Tentang mata kami nyalang
Memandang kehidupan

A. Sasmita
Pati,
16 April 2011

Sunday, 15 May 2011

Membaca sajak

Membaca sajak


Aku ingin membaca sajak
Tentang apa yang mukim di benak
Agar tak kental mengerak
Apalagi diam tak beranjak
Aku akan lantang menyalak
Macam anjing tak ingin terinjak

: Sajak!
Aku ingin membaca sajak


A. Sasmita
Purwodadi,
07 April 2011

Wednesday, 6 April 2011

Di angin

Di angin



Dingin
Gerus tulang
Karena malam
Menikam letih
Tertanam tajam
Lebam lebam

Kulit
Kerut melilit
Karena malam
Sebentar terbenam
Teruntai rintih
Perih

Di angin itu
Menyelimut
Denyut akut

Maut
Jangan takut



A. Sasmita
Purwodadi,
29 Maret 2011