Showing posts with label Ndaru. Show all posts
Showing posts with label Ndaru. Show all posts

Friday, 1 October 2010

Kalau kita bertemu, bolehkah aku memeluk mu? Sebentar saja. Kekasih..

Kalau kita bertemu, bolehkah aku memeluk mu? Sebentar saja.
Kekasih..


Karena rindu..
Rindu yang mulai ngilu..
Menyekap kalbu
Memburu..
Selalu hanya pada mu..
Ndaru

.......

Kalau kita bertemu, bolehkah aku memeluk mu? Sebentar saja..
Kekasih..

Jangan kau sapih
Hingga tak perih
Apalagi pedih..
Rindu ku tak pernah serpih
Kepada rembulan putih..

........

Kalau kita bertemu, bolehkah aku memeluk mu? Sebentar saja..
Kekasih...


Tak akan letih..!


Purwodadi, 11 mei 2010

Thursday, 30 September 2010

Katakan pada ku

Katakan pada ku

Di seperti macam bagaimana rindu mu rupanya?

Ku dengar dari kelamnya malam

Katamu :
Rindu mu menyekap kalbu, memburu selalu hingga ngilu..karena sembilu

Dan luka luka membanjir
Bertahun getir
Aromanya anyir

Mendesak sukma
Karena
Tak pernah ku tanya.

Maka..

Ku tanya :
Katakan pada ku!

Sekarang..!
Sebelum aku pulang..


Purwodadi,
11 Mei 2010

Kelabu

Kelabu

Berpasir berdebu
Berdesir rindu
Merayap merayu
Helai rambut merimba mu
Di kini aku
Di sisi dada ku

Ku hadirkan dunia berpendar
Tempat mu bersandar

Ragu?
Jangan!

Hanya untuk mu
Benar benar biru..

Tak kelabu!

Rembang,
23 Mei 2010

Wednesday, 29 September 2010

HATI

HATI

..........

Ada yang bertanya
: apa kau mencintainya?
Tak ku jawab
Aku: Diam

Ada yang bertanya lagi
: Apa kau mencintainya?
: Apa kau mencintainya?
: Apa kau mencintainya?

Ku jawab saja:
Aku pernah menulis dimatanya
Bait bait cinta
Aku pernah menulis dikeningnya
Bait bait cinta
Aku pernah menulis ditengkuknya
Bait bait cinta

Di punggung pualamnya..
Di tangan kakinya..
Kembali dimata, dikening, ditengkuknya..

Bahkan aku pun pernah menulis dan melukis
Di ujung dadanya
Di sela paha pahanya
Di rahim rahimnya

Jadi..
Jangan kau tanya!

Yakin kau mencintainya?

Maka dengan lantang kujawab
: TIDAK!!

Karena..
Aku tidak pernah menulis dan melukis




HATI



(A.S)
Purwodadi,
1 Juni 2010

Tuesday, 28 September 2010

Adalah matanya yang berjeruji yang menahan aku tetap disana

Adalah matanya yang berjeruji yang menahan aku tetap disana

Di matanya
Ya! Matanya
Dunia tanpa kata
Hanya nyala
Bahkan saat tak purnama

Matanya
Sungguh matanya
Penjara jiwa

Siapa siapa
Yang bersapa..


Karangawen
Demak, 28 Mei 2010

Adakalanya di suatu malam aku mengores langit dan berharap bintang berguguran agar dapat kupunguti satu persatu lalu kubawa pulang dan kusandingkan di kedua bola matamu

Adakalanya di suatu malam aku mengores langit dan berharap bintang berguguran agar dapat kupunguti satu persatu lalu kubawa pulang dan kusandingkan di kedua bola matamu

Ya!
Keduaduanya..
Tepat di tengahnya

Ya!
Di dunia
Di mana
Cahaya

Tak bernyawa



Rembang, 30 Mei 2010

Thursday, 2 September 2010

Matahari dan Bulan

Matahari dan Bulan

Sebagai Matahari
: Aku selalu membuahi fajar pagi

Sebagai Matahari
: Aku seluas pandang ketika siang gersang

Sebagai Matahari
: Aku jingga juwita ketika senja merona

Sebagai Matahari
: Aku waktu saat kau bertemu ragu

Sebagai Matahari
: Aku energi cinta yang tak mendusta


Karena sesunguhnya Matahari mencintai Bulan





: Simpanlah cahayaku!




Purwodadi, 28 Juli 2010

Bukan

Bukan

Bukan terhadap malam aku cemburu
Ruang dan waktu juga tak
Bukan terhadap awan dan bintang beribu
Langit dan gugus tata surya aku tak

Bukan ketika dimana kelam
Mengelar altar geletar ribuan kumbang hitam
Yang memangsa ketiak melati
Padahal telah lama ranumnya pucat dan pasi

Bukan terhadap jiwa
Menenun rerimbun bunga bunga
Kau tanam dalam benjana mata

Bukan ketika titik didih
Menemu perih, pedih, letih, pun sedih

Tetapi
Ini

Serpihan
rindu menahun
Sanggup kau minum! Bukan?


Purwodadi, 28 Juli 2010

Monday, 30 August 2010

Dan tiba tiba Ndaru di langit mengukir malam yang menyipit

Dan tiba tiba Ndaru di langit mengukir malam yang menyipit

Dengan mantra...
Menyihir setiap mata
Dengan mantra...
Menghipnotis setiap rasa
Dengan mantra...
Mendebar setiap dada
Dengan mantra...
Menebar seperti jala
Jala jala cahaya
Bahkan belum lagi sempurna!

Dan tiba tiba Ndaru di langit mengukir malam yang menyipit

Oh..pesonanya!
Merajai sukma, ruh dan jiwa..
Semua segalanya
Bercahaya


PURNAMA!!

(A. S)
Purwodadi,
19 Mei 2010

Kalau kita bertemu, bolehkah aku memeluk mu? Sebentar saja. Kekasih..

Kalau kita bertemu, bolehkah aku memeluk mu? Sebentar saja.
Kekasih..

Karena rindu..
Rindu yang mulai ngilu..
Menyekap kalbu
Memburu..
Selalu hanya pada mu..
Ndaru

.......

Kalau kita bertemu, bolehkah aku memeluk mu? Sebentar saja..
Kekasih..

Jangan kau sapih
Hingga tak perih
Apalagi pedih..
Rindu ku tak pernah serpih
Kepada rembulan putih..

........

Kalau kita bertemu, bolehkah aku memeluk mu? Sebentar saja..
Kekasih...


Tak akan letih..!


Purwodadi, 11 mei 2010

Hay..kau masih disana?

Hay..kau masih disana?


Bersembunyi disebalik dedaun putrimalu yang tiba tiba terkatup karena kusentuhi dengan ujung jarijari yang menghitam karena termakan waktu yang entah berapa lama sudah tak pernah kuhitung yang memang bukan ku tak sempat atau alasan apa pun yang adalah memang bukan mau untuk sengaja ku melakukan yang tetapi adalah di karenakan ketakberdayaan saja yang datang tiba tiba mengelibet di leher ku yang memang sedari dulu telah dihiasi rantai yang mengemas kuning seumpama warna mentari pagi tadi yang memang sempat menghipnotis kalbu dan sukmaku hingga membuat darahku mendidih dan nyaris meledakan otakku yang bebal ini saat ia naik ke atas di segala penjurunya yang memang menyerabut rambut seumpama rambut mu yang panjang itu dan selalu kau hiasi dengan warnawarni pelangi yang hadir seredanya hujan.


Ya memang kadang juga kau tak bersembunyi tapi kau menunggu di bukan sebalik dedaun putrimalu yang tiba tiba terkatup melainkan kau menunggu di atas bunga bunganya yang membulat bola berwarna merah muda itu dengan duduk dan berdandan yang indah serupa para peri peri dengan gaun gaun yang panjang dan berjuntai juntai dan tentu dengan hiasan manik manik yang ada di beberapa bagiannya dan semuanya berkilau kilau dan kilau kilaunya melafazkan sebuah nama yang aku tak tahu itu nama siapa dan bahkan juga baru pertama kalinya ku dengar dengan telingaku bahkan hatiku.

Hay..kau masih disana

Sudahlah!
...........


Sekarang
Kita pulang





Purwodadi,
12 Juni 2010