Sunday, 13 March 2011

Rumah sakit (tiga)

Rumah sakit

: Di lorong

Malam ini dingin
Angin pun gigil
Lorong ini memangil
Tidurlah. Tidur!

Apa yang aku pikir
Adalah desir doa syair

Air air hujan basah di talang
Mengirisi tengkuk
Dari bangsal ia terbatuk

"Bolehkah aku masuk?"
"Silahkan engkau masuk!"
Suara yang anggur
Memabukan

"Stt! Engkau punya uang?"

Tibatiba aku ngeliyeng

A. Sasmita
Rembang,
30 Januari 2011

Saturday, 12 March 2011

Rumah sakit (dua)

Rumah sakit

: Di bangsal

Tubuh ini lempung
Duka luka tertampung
Murung di tempurung
Mendung aku kandung

Ia cantik, senyum simpatik
Dia gagah, senyum sumringah

Aku sangka malaikat
Ah, ternyata cuma makelar obat

"Bagaimana, Tuan mau yang mana?"

Sakit kian menggigit
Pahit


A. Sasmita
Rembang,
30 Januari 2011

Friday, 11 March 2011

Rumah sakit (satu)

Rumah sakit

: Di ruang tunggu

Aku bisu
Lidah menuang kelu
Hati mendadak bergelugu
Di mata lahir mendung paling kelabu

Bagaimana nyawa diganti tanya
"Uang anda berapa?"

Tentang sakit parah
"Tuan, tak punya uang? Lebih baik pasrah!"

Ah..

A. Sasmita
Rembang,
30 Januari 2011

Friday, 4 February 2011

Menjaring laut

Menjaring laut



"Gagal"


A. Sasmita
Purwodadi,
21 Januari 2010

Thursday, 3 February 2011

Rasa

Rasa


Rasa itu
Gulagula simfoni
Nyanyian merdu
Koloni bidadari
Tiap mimpi mimpi

Rasa itu
Bagai bertapa
Memanja dupa
Merapal doa doa
Bermantera

Di harapan
Laut
Di tatapan
Tak surut

Rasa itu
Gulagula simfoni
Dalam hati


Ning



A. Sasmita
Purwodadi,
21 januari 2011

Wednesday, 2 February 2011

Angel

Angel

: Sahabatku sang pencinta



Katakan apa Angel itu bersayap
Membakarmu tanpa asap
Terbangkan jarakmu yang ia
Angkasa tempat dewadewi bercinta

Cinta terdidik karena rasa
Rasa hati gelora di sanubari
Mencipta puisi sunyi

Kepada malam
Mengadu doa doa
Tak perlu menghamba tiada

Semua hanya dapat kita terka
Seperti membaca cakrawla
Tak terbatas nyata

Aku, kau dan siapa
Karena cinta
Kita adanya




A. Sasmita
Purwodadi,
20 Januari 2011

Tuesday, 1 February 2011

Adil

Adil


Apa hanya yang punya bedil
Apa hanya yang bertangan bathil

Adil senantiasa membuat kita kerdil

Ayo berpikir!



A. Sasmita
Purwodadi,
19 Januari 2010