Rumah sakit
: Di lorong
Malam ini dingin
Angin pun gigil
Lorong ini memangil
Tidurlah. Tidur!
Apa yang aku pikir
Adalah desir doa syair
Air air hujan basah di talang
Mengirisi tengkuk
Dari bangsal ia terbatuk
"Bolehkah aku masuk?"
"Silahkan engkau masuk!"
Suara yang anggur
Memabukan
"Stt! Engkau punya uang?"
Tibatiba aku ngeliyeng
A. Sasmita
Rembang,
30 Januari 2011
Sunday, 13 March 2011
Saturday, 12 March 2011
Rumah sakit (dua)
Rumah sakit
: Di bangsal
Tubuh ini lempung
Duka luka tertampung
Murung di tempurung
Mendung aku kandung
Ia cantik, senyum simpatik
Dia gagah, senyum sumringah
Aku sangka malaikat
Ah, ternyata cuma makelar obat
"Bagaimana, Tuan mau yang mana?"
Sakit kian menggigit
Pahit
A. Sasmita
Rembang,
30 Januari 2011
: Di bangsal
Tubuh ini lempung
Duka luka tertampung
Murung di tempurung
Mendung aku kandung
Ia cantik, senyum simpatik
Dia gagah, senyum sumringah
Aku sangka malaikat
Ah, ternyata cuma makelar obat
"Bagaimana, Tuan mau yang mana?"
Sakit kian menggigit
Pahit
A. Sasmita
Rembang,
30 Januari 2011
Friday, 11 March 2011
Rumah sakit (satu)
Rumah sakit
: Di ruang tunggu
Aku bisu
Lidah menuang kelu
Hati mendadak bergelugu
Di mata lahir mendung paling kelabu
Bagaimana nyawa diganti tanya
"Uang anda berapa?"
Tentang sakit parah
"Tuan, tak punya uang? Lebih baik pasrah!"
Ah..
A. Sasmita
Rembang,
30 Januari 2011
: Di ruang tunggu
Aku bisu
Lidah menuang kelu
Hati mendadak bergelugu
Di mata lahir mendung paling kelabu
Bagaimana nyawa diganti tanya
"Uang anda berapa?"
Tentang sakit parah
"Tuan, tak punya uang? Lebih baik pasrah!"
Ah..
A. Sasmita
Rembang,
30 Januari 2011
Friday, 4 February 2011
Thursday, 3 February 2011
Rasa
Rasa
Rasa itu
Gulagula simfoni
Nyanyian merdu
Koloni bidadari
Tiap mimpi mimpi
Rasa itu
Bagai bertapa
Memanja dupa
Merapal doa doa
Bermantera
Di harapan
Laut
Di tatapan
Tak surut
Rasa itu
Gulagula simfoni
Dalam hati
Ning
A. Sasmita
Purwodadi,
21 januari 2011
Rasa itu
Gulagula simfoni
Nyanyian merdu
Koloni bidadari
Tiap mimpi mimpi
Rasa itu
Bagai bertapa
Memanja dupa
Merapal doa doa
Bermantera
Di harapan
Laut
Di tatapan
Tak surut
Rasa itu
Gulagula simfoni
Dalam hati
Ning
A. Sasmita
Purwodadi,
21 januari 2011
Wednesday, 2 February 2011
Angel
Angel
: Sahabatku sang pencinta
Katakan apa Angel itu bersayap
Membakarmu tanpa asap
Terbangkan jarakmu yang ia
Angkasa tempat dewadewi bercinta
Cinta terdidik karena rasa
Rasa hati gelora di sanubari
Mencipta puisi sunyi
Kepada malam
Mengadu doa doa
Tak perlu menghamba tiada
Semua hanya dapat kita terka
Seperti membaca cakrawla
Tak terbatas nyata
Aku, kau dan siapa
Karena cinta
Kita adanya
A. Sasmita
Purwodadi,
20 Januari 2011
: Sahabatku sang pencinta
Katakan apa Angel itu bersayap
Membakarmu tanpa asap
Terbangkan jarakmu yang ia
Angkasa tempat dewadewi bercinta
Cinta terdidik karena rasa
Rasa hati gelora di sanubari
Mencipta puisi sunyi
Kepada malam
Mengadu doa doa
Tak perlu menghamba tiada
Semua hanya dapat kita terka
Seperti membaca cakrawla
Tak terbatas nyata
Aku, kau dan siapa
Karena cinta
Kita adanya
A. Sasmita
Purwodadi,
20 Januari 2011
Tuesday, 1 February 2011
Adil
Adil
Apa hanya yang punya bedil
Apa hanya yang bertangan bathil
Adil senantiasa membuat kita kerdil
Ayo berpikir!
A. Sasmita
Purwodadi,
19 Januari 2010
Apa hanya yang punya bedil
Apa hanya yang bertangan bathil
Adil senantiasa membuat kita kerdil
Ayo berpikir!
A. Sasmita
Purwodadi,
19 Januari 2010
Subscribe to:
Posts (Atom)






