Kemana
Telah lama
Tak mencoba
Mengarami cinta
Di bait bait rasa
Kian menua
Sendiri membaca
Di diri mengeja
Sampai mana kita?
A. Sasmita
Purwodadi,
14 September 2011
Sunday, 9 October 2011
Saturday, 8 October 2011
Arti
Friday, 7 October 2011
Disini

Rembulan atau lampu itukah yang bercahaya
Sementara angin setia menari
Mengirisi kulit tubuh kian ke pagi
Tik tak jam aku sangka mimpi
Tak taunya ia hanya rindu yang sendiri
Aku masih memelukmu disini
Disini
Benar benar disini
Hati
Mungkin kepulan asap yang akan mengungkap
Ia hanya lewat
Atau terbaca lengkap
Di belakang
Di belakang
Di belakang
Punggung kian jalang
Seperti layar
Seperti layar
Seperti layar
A. Sasmita
Pati,
01 September 2011
Thursday, 6 October 2011
Burung Nasar
Burung Nasar
Akulah si burung Nasar
Yang kembali ke sarang
Membawa cerita malam
Dari perjalanan panjang
Sungguh aku ingin bercerita
Tentang kisah resah para pendosa
Tentang desah basah para pemangsa
Tentang bagaimana aku dan dia
Juga mereka saling bercinta
Memagut liar liur di mulut yang bau kentut
Merapal mantera sambil membusungkan dada
Karena kamilah penguasa
Juga kadang kami saling sikut
Berebut segala macam untuk isi perut
Shtt!
"Jangan ribut!"
Ini rahasia kita
A. Sasmita
Purwodadi,
13 Agustus 2011
Tuesday, 4 October 2011
Asing
Saturday, 30 July 2011
Sigaran nyawa (dua)
Sigaran nyawa (dua)
Akhirnya kita berjodoh
Seharum waktu meramu kisah
Di ranum senyum bebunga hati
Semua tak lagi diam
Juga tak lagi padam
Di gula gila lelaku batu
Yang melangkah genggam harapan
Yang ukiri janji arah awal tujuan
Yang susuri jalan jalan garis tangan
Denganmu, Ning
Hanya denganmu
Tanpa ragu berperahu
Arungi debar getar laut kehidupan
Kita telah naikan layar
Karena aku telah pinang Tuhan
Melingkar manis di jari tangan
A. Sasmita
Purwodadi,
20 April 2011
Akhirnya kita berjodoh
Seharum waktu meramu kisah
Di ranum senyum bebunga hati
Semua tak lagi diam
Juga tak lagi padam
Di gula gila lelaku batu
Yang melangkah genggam harapan
Yang ukiri janji arah awal tujuan
Yang susuri jalan jalan garis tangan
Denganmu, Ning
Hanya denganmu
Tanpa ragu berperahu
Arungi debar getar laut kehidupan
Kita telah naikan layar
Karena aku telah pinang Tuhan
Melingkar manis di jari tangan
A. Sasmita
Purwodadi,
20 April 2011
Tuesday, 26 July 2011
Pecandu
Pecandu
Tiba tiba langit ungu
Dan malam seperti jalan yang berliku
Di nadiku bulan putih telah bersemayam
Lahirkan bentuk lain kehidupan
Yang mungkin bagi kalian adalah kapal yang karam
Siapa yang tau, aku menghisap harapan
Tentang segala yang telah mengendap
Tentang segala yang tak pernah genap
Gelap, sesak dan pengap
Kata siapa aku terperangkap?
Kata siapa aku terperangkap!
Cukup biarkan aku mengerang
Cukup biarkan aku meregang
Mati sendiri
Tak terkenang
Siapa yang tau, aku menghisap harapan
A. Sasmita
Purwodadi,
20 Juli 2011
Tiba tiba langit ungu
Dan malam seperti jalan yang berliku
Di nadiku bulan putih telah bersemayam
Lahirkan bentuk lain kehidupan
Yang mungkin bagi kalian adalah kapal yang karam
Siapa yang tau, aku menghisap harapan
Tentang segala yang telah mengendap
Tentang segala yang tak pernah genap
Gelap, sesak dan pengap
Kata siapa aku terperangkap?
Kata siapa aku terperangkap!
Cukup biarkan aku mengerang
Cukup biarkan aku meregang
Mati sendiri
Tak terkenang
Siapa yang tau, aku menghisap harapan
A. Sasmita
Purwodadi,
20 Juli 2011
Subscribe to:
Posts (Atom)





