Senyum
Senyum..
Manis dan ranum..
Senyum..
Manis dan ranum..
Senyum
Manis dan ranum...
Senyum
Senyum
Senyum
Tersenyumlah...
Karena aku tersenyum..
Purwodadi,
Rabu, 14 April 2010
Sunday, 10 October 2010
Saturday, 9 October 2010
Kesedihan
Kesedihan
Kesedihan menghujam telak pada dada..
Menjelma rasarasa
Yg telah ku kekang dalam karang..
Karang yg hitam
Seperti kelam yg menyerabuti malam
Selalu dengan kesedihan bermalam
Di kedalaman yg biru legam
Biru legam
BIRU legam
Dan tengelam...
......
Pada kesedihan
Ku lukis wajah yg begitu manis...
Hingga tangis menangis..
Sungguh tangis
Ya teramat tragis..
Rembang,
17 April 2010
Kesedihan menghujam telak pada dada..
Menjelma rasarasa
Yg telah ku kekang dalam karang..
Karang yg hitam
Seperti kelam yg menyerabuti malam
Selalu dengan kesedihan bermalam
Di kedalaman yg biru legam
Biru legam
BIRU legam
Dan tengelam...
......
Pada kesedihan
Ku lukis wajah yg begitu manis...
Hingga tangis menangis..
Sungguh tangis
Ya teramat tragis..
Rembang,
17 April 2010
Friday, 8 October 2010
Ke kelam
Ke kelam
Ke kelam ku berlayar bersampan..
Meniupi angin pulau karang di tengah lautan
Menikmati derurayunya yg menestapa
Nestapa derita begitu cidera
Aku mendung yg terluka
Ke kelam ku berlayar bersampan
Tak lagi terbang
Karena sayap sayap ku tanggal
Tiada daya
Jadilah aku mendung yg murka
Dan siap memakan dunia..
Rembang,
17 April 2010
Ke kelam ku berlayar bersampan..
Meniupi angin pulau karang di tengah lautan
Menikmati derurayunya yg menestapa
Nestapa derita begitu cidera
Aku mendung yg terluka
Ke kelam ku berlayar bersampan
Tak lagi terbang
Karena sayap sayap ku tanggal
Tiada daya
Jadilah aku mendung yg murka
Dan siap memakan dunia..
Rembang,
17 April 2010
Mengenang hujan, air mata menggenang
Mengenang hujan, air mata menggenang
Hujan macam apa sebenarnya ini, kekasih?..
Duh, tiba tiba angin selalu risih berbisik berisik mengusik dingin yang mendadak berternak hingga beranakpinak ingin yang makin
Bukankah mendung tak lagi mengandung urat urat riwayat, kekasih?
Dan bahkan juga sayap sayap malaikat selalu mendekap kita erat rekat tersurat di jejak yang terlewat
Dan bahkan telah melahirhadirkan anak anak bintang yang senantiasa kita sebut kenang
Duh. Air mata ini, kekasih
Menggenang
Purwodadi,
07 Oktober 2010
Hujan macam apa sebenarnya ini, kekasih?..
Duh, tiba tiba angin selalu risih berbisik berisik mengusik dingin yang mendadak berternak hingga beranakpinak ingin yang makin
Bukankah mendung tak lagi mengandung urat urat riwayat, kekasih?
Dan bahkan juga sayap sayap malaikat selalu mendekap kita erat rekat tersurat di jejak yang terlewat
Dan bahkan telah melahirhadirkan anak anak bintang yang senantiasa kita sebut kenang
Duh. Air mata ini, kekasih
Menggenang
Purwodadi,
07 Oktober 2010
Friday, 1 October 2010
Di ketika ku memandang di jauh ke dalam diri
Di ketika ku memandang di jauh ke dalam diri
Menemu jutaan sepi
Menari menari
Sungguh berani
Bahkan iblis bertaring duri
Bernyanyi
Lalu lagu nyeri
Dan hampiri
Merengkuh ku
Membuai ku
Mendekap ku
Mencumbu dan bercinta dg ku
Hingga aku terkulai mimpi
Dalam mimpi pun ku bermimpi
......
Di ketika ku memandang di jauh ke dalam diri
Ku temu sendiri..
Aku tak bangun lagi....
LARI..!!
Purwodadi,
26 April 2010
Menemu jutaan sepi
Menari menari
Sungguh berani
Bahkan iblis bertaring duri
Bernyanyi
Lalu lagu nyeri
Dan hampiri
Merengkuh ku
Membuai ku
Mendekap ku
Mencumbu dan bercinta dg ku
Hingga aku terkulai mimpi
Dalam mimpi pun ku bermimpi
......
Di ketika ku memandang di jauh ke dalam diri
Ku temu sendiri..
Aku tak bangun lagi....
LARI..!!
Purwodadi,
26 April 2010
Kalau kita bertemu, bolehkah aku memeluk mu? Sebentar saja. Kekasih..
Kalau kita bertemu, bolehkah aku memeluk mu? Sebentar saja.
Kekasih..
Karena rindu..
Rindu yang mulai ngilu..
Menyekap kalbu
Memburu..
Selalu hanya pada mu..
Ndaru
.......
Kalau kita bertemu, bolehkah aku memeluk mu? Sebentar saja..
Kekasih..
Jangan kau sapih
Hingga tak perih
Apalagi pedih..
Rindu ku tak pernah serpih
Kepada rembulan putih..
........
Kalau kita bertemu, bolehkah aku memeluk mu? Sebentar saja..
Kekasih...
Tak akan letih..!
Purwodadi, 11 mei 2010
Kekasih..
Karena rindu..
Rindu yang mulai ngilu..
Menyekap kalbu
Memburu..
Selalu hanya pada mu..
Ndaru
.......
Kalau kita bertemu, bolehkah aku memeluk mu? Sebentar saja..
Kekasih..
Jangan kau sapih
Hingga tak perih
Apalagi pedih..
Rindu ku tak pernah serpih
Kepada rembulan putih..
........
Kalau kita bertemu, bolehkah aku memeluk mu? Sebentar saja..
Kekasih...
Tak akan letih..!
Purwodadi, 11 mei 2010
Subscribe to:
Posts (Atom)






