Saturday, 6 November 2010

Mendongeng madu

Mendongeng madu

"Nak, telah larut. Tidurlah!.."

"Tidak Bu, sebelum kau dongengkan madu.."

"Nak, bukankah malam kemarin sudah!.."

"Aku ingin tiap malam, Bu.."

"Apa kau tak bosan, Nak?.."

"Tidak, Bu. Karena aku mencintainya.."

"Baiklah. Rebahkan kepalamu dipangkuanku!.."

Detak jarum jam
Rayapi malam
Lebih dalam
Lebih dalam

"Suatu hari Madu.."
Bla.. Bla..
Blai.. Blai..
Bla.. Bla..
Blai.. Blai..

Selalu tertidur
Ketika air matanya rembes di pipiku

"Ibu, madu terlalu asin.."

Rembang,
01 November 2010

Friday, 5 November 2010

Aku lapar (dua)

Aku lapar (dua)

"Nak, telah matang. Kapan kau makan?.."

"Sekarang, Bu.."

"Tapi masih panas, Nak!.."

"Tak apa, Bu.."

"Baik. Kuhidangkan, kudinginkan untuk mu, Nak!.."

"Terima kasih. Aku mencintaimu, Bu.."

"Makanlah. Setelahnya kau tidur, Nak!.."

"Iya, Bu.."

Masih jangkrik jangkrik
Ceritakan rembulan

Masih bintang bintang
Celotehkan angan

Dan malam



"Bu, dongengkan aku madu!.."


Rembang,
31 Oktober 2010

Aku lapar (satu)

Aku lapar (satu)

Dan mendadak lalu
Ketika ibu menanak kelu

"Malam ini kau harus tidur, Nak!.."

"Tapi aku lapar, Bu.."

"Sabar, Nak. Sebentar lagi matang. Dan kita makan pilu!.."

"Ku tunggu, Bu.."

Dan jangkrik jangkrik
Bercerita tentang rembulan
Menikmati malam
Untung sedang tak berhujan

Dan bintang bintang
Berceloteh tentang angan
Selalu banyak jalan
Tapi satu jalan pulang


Rembang,
31 Oktober 2010

Thursday, 4 November 2010

Seperti hati

Seperti hati


Seperti perpisahan
Senantiasa berharap pertemuan
Seperti pergi
Senantiasa berharap kembali

Seperti gunung gunung
Senantiasa mengandung gaung
Seperti bukit bukit
Senantiasa memendam jerit

Seperti mercusuar
Penanda tiap berlayar

Inikah?..

Lalu hening,
Dan daun daun menguning
Pun bunga bunga kering
Angin mendadak menanak dingin

Dan ketika subuh,
Tubuh lumpuh rubuh bersimpuh
Lahirkan debar samar yang berkobar

Seperti hati
Tiap kata adalah nyanyi


Semi di puisi


Purwodadi,
28 Oktober 2010

Topeng kita

Topeng kita


Dan topeng topeng itu berkaca
Di wajah memar luka

Duka senantiasa derita
Lara tiba tiba apa hanya karena

Jiwa jiwa merongga binasa
Jiwa jiwa meregang nyawa
Dan mereka selalu senantiasa kita

Mentawai, tsunami
Merapi berpijar lagi

Tuhan, ini kami
Topeng topeng kertas
Topeng topeng keras
Topeng topeng kapas
Topeng topeng culas
Topeng topeng tak berbelas

Topeng itu
Topeng ini
Topeng sana
Topeng sini

Ya, Tuhan..
Ampuni kami
Terima saudara kami

Pray for Indonesia

Purwodadi,
27 Oktober 2010

 

Wednesday, 3 November 2010

Sendiri


Sendiri

Senantiasa mengenapi sepi

Mengeluti mimpi menanyakan hati

Jalan pulang mendadak sunyi

Ah, bayangan itu lagi..

Sebaiknya aku menepi

Kembali asah belati

Lalu galau dan kemarau

Meranjau


Purwodadi, 26 oktober 2010 

Tersiksa

Tersiksa

: Ning

Tersiksa
Benar benar tersiksa
Aku mencoba menidurkan malam dalam pangkuan mu
Malam yang betapa sungguh sangat kelam
Dan mendadak senyum rembulan lebam
Tergerus mendung awan

Kau tau, kekasih?
Rindu itu sungguh madu
Madu itu sungguh candu

Candu itu perahu
Berlayar di tiap debar dan getar

Hati, ah selalu hati

Malam ini
Hitam kini
Legam di sini

Diam diam berdentam


Purwodadi, 22 Oktober 2010