Monday, 30 August 2010

Jejak manis perempuan bergamis (4)

Jejak manis perempuan bergamis (4)

Aku mencarimu ribuan debu
Senyummu bagai madu
Memagari sisi abu abu

Aku tanya Sang abadi
Kau sedang bertani
Jagung dan padi

Murni, kau tahu bulir padi
Berwarna keemasan
Kemana berkemas?
Agar aku tak cemas

Purwodadi,
16 Agustus 2010

Jejak manis perempuan bergamis (3)

Jejak manis perempuan bergamis (3)

Di kotamu matahari terik
Wajah bangunan aduhai eksotik
Sederhana dan manik manik
Penduduk jiwa jiwa cantik

Di antara lumpur dan padas
Kau cahaya hidup keras
Jalan jalan batu menguras nafas
Bagai cambuk waktu memecut kertas

Kau hujan, lahir di luas ladang
Menggendam tiap pandang
Menjadikan aku ilalang

Aku mencintaimu
Karena Dia mencintamu

Purwodadi,
16 Agustus 2010

Jejak manis perempuan bergamis (2)

Jejak manis perempuan bergamis (2)

Aku pulang dari rumah Penjawab doa
Mengukir roda
Arah barat daya
Mengencani senja
Seluas padang cahaya

Ketika nanti di lintang waktu yang terdamba
Ku berdoa di pusara air mata

Sementara gema azan menyapu langit
Memangil pulang burung burung di awan yang menyipit

Aku tiba di kotamu
Wahai mata beribu bunga


Purwodadi,
16 Agustus 2010

Jejak manis perempuan bergamis

Jejak manis perempuan bergamis
Jalan roda adalah perjumpaan mula
Menemu ruh di rumah Penjawab doa
Mata khilap setiap tatap
Menghirup aroma nikmat di tiap riwayat

Sayap sayap malaikat
Mengantung di senyum yang tak pucat
Aku seperti mayat
Ketika ayat ayat menangkup rekat

"assallamu allaikum..."
Mengisi saraf
Mengiris urat

"waallaikumu salam.."
Secepat kilat

Padahal telah debu
Mengejar deru angin lalu

Tinggal hatiku
Bekubang salju

Duh, kau


Rembang - Purwodadi,
16 Agustus 2010

Monday, 23 August 2010

Kekasih

Kekasih

Kekasihku, bilamana ini adalah matahari terakhir yang menyinari aku dan kehidupanku, aku berharap ini adalah awal mula matahari fajar bagi cinta kita berdua juga bagimu dan kehidupanmu setelahnya nanti dan tak perlu ada lagi senja senja gelisah rona matamu yang dimana disetiap penghujung hari engkau selalu sediakan waktumu terlebih cinta dan kesabaranmu untuk menunggu kepulanganku dari berikhtiar merajut rejeki menganyam hari yang telah terjanji itu. Kekasihku bilamana esok, lusa, atau kapan waktu itu datang dan mengajakku kembali, kuharap engkau mengerti betapa bahwa aku selalu mencintai, menyayangi, dan mengasihimu seutuh utuhnya tanpa kecuali.

Kekasihku, engkau tahu kenapa setiap malam disaat kita memandang jauh ke langit di atas tempat kita berdiri ini selalu tampak rembulan indah itu dan sungguh memang tersenyum kepada kita walau kadang tertutup awan pun hujan, tetapi pasti kita mesti selalu tahu sang rembulan itu pasti masih di tempatnya, dan di sana dia tersenyum dan menyimpan senyumnya yang termanis untuk kita yang entah esok hari, lusa, atau beberapa hari lagi saat kita termungkinkan saling bertatapan dan berpandang pandangan dengan sang rembulan itu, dan ia kembali tersenyum manis dan bahkan lebih manis karena senyum senyum yang kemarin terakumulasikan di malam tak berhujan dan tak tertutup awan ini. Engkau tau kenapa, kekasih? Karena, jangankan aku bahkan rembulan dan malampun selalu mencintai, menyayangi, dan mengasihimu seutuh utuhnya tanpa kecuali.


Purwodadi,
09 Juni 2010

Stadium empat

Stadium empat

Adakah engkau tahu malam selalu sungguh menjadi penyakit menahun bagiku karena
Disana mengalir sungai sungai rasa yang di muaranya mengendap lumpur lumpur siksa juga
Nista yang ini kadang terasa layak kelopak bunga aneka warna selalu bermekaran disetiap
Sepertiganya bahkan tak terlalu perduli jika juga menemu jantung yang tak
Berdetak lagi yang tiba tiba saja gugur daun dan bunga kamboja di belakang
Rumah kita yang memang telah kau tanami nisan nisan dan makam
Ada dua liang yang kau sisakan entah untuk
Siapa atau memang sengaja kau gali seukuran tubuhku dan
Tubuhmu yang bagiku selalu bikin mata ini berliur setiap
Engkau telanjang dan wahai memang ku akui betapa sintal dan aduhai ini apalagi
Oh..bentuk payudaramu yang putingnya selalu manis dan dicandu
Kumbang kumbang yang lapar karena disana mengandung anak anak madu
Dan gula gula ah..andai bukan karena hujan yang tiba tiba
Datang memberondong pucuk dedaun bunga
Kamboja di belakang rumah ah..semisal aku tak terlalu dibekali memori yang
Berlebih ini niscaya pada setiap sepertiga malam tak
Ku jumpai penyakit
Menahun yang telah menggerogoti degab detak
Jantung dan kini telah menjalar sampai pusat
Otak dan syarafku kesadaranku tinggal menunggu
Waktu hilang pelan pelan seiring makin meningginya
Stadium ini

Ah..rindu ini telah stadium empat
Semoga sempat!

Rembang, 12 juli 2010

Ia...

Add caption
Ia...

ku datangi ia..dg bersepeda kumbang..berserta kembang yg ku pegang di tangan.. Ia menunggu di taman..bergaun tanpa lengan..berwarna putih terang..pun berteman kupu yg menawan.. .......

...Hari ini ia bergaun panjang berwarna merah cerah...dg rambut tergerai indah..selalu begitu, menyapa dg senyum semanis madu... "apa kabar mu?..." Ia hanya tersipu..pipinya merona merah... "baiklah sekarang kita berangkat ketaman.." Walau tanpa sepeda kumbang,karena sekarang kita terbang....

Seharian ini ia duduk termenung di tepi telaga,di bawah pohon cemara...entah apa yg di pikirkan...biarlah aku tak ingin mengganggunya...tp perasaan ku memaksa untuk mendekatinya...ku hela kakiku pelan agar tak mengejutkannya.....dan aku telah berdiri tepat disampingnya.. Ku sapa "sedang apa?.." "menanti hujan.."jawabnya... .........

Ku perhatikan dari beranda langit di ujung desa menghitam..ini pertanda sebentar lagi turun hujan...dan hari pun beranjak malam...saat kami asik berbincang tentang rencana pergi esok menjumpa kawan di negri seberang... Tibatiba ia bertanya.."apa sebaiknya yg kita bawa sebagai cinderamata?.." "kecuali cinta ku, karena... itu hanya untuk mu seorang!.." jawab ku....

" hari ini, rejeki ku hanya ini... " kata ku lirih sembari memberikannya lembaran uang kertas dan beberapa receh itu.. Ia menatap ku dg penuh kesabaran dan tersenyum manis..sungguh manis,manis sekali..."alhamdulillah.." katanya... Dan aku semakin yakin "aku beruntung mendapatkannya dan sungguh mencintainya.." walau hanya ku katakan dalam hati........

Tepat di tengahnya mlm diduhai tmpt peraduan hati..Kami bercumbu,bercinta,berkasihkasihan..Dg cumbu,dg cinta,dg kasih yg terdasyat..Oh rambutnya,oh kulitnya,oh harumnya..Duhai sutera,duhai pualam,duhai cendana..Dan setelahnya,ku katakan "aku mencintai mu..kekasih..!".. Dan dg peluk,dg dekapnya yg kian erat..ku tau ia mengatakan "aku..aku..aku..mencintai mu!' Walau hanya di hati..Jujur selalu ku dengar!

Aku tak janjikan apapun padanya yg kiranya aku tak sanggup untk wujudkan..yg aku katakan hanya: "ku usahakan yg terbaik..!" Ia hny dìam dan matanya bgtu lekat memandang mataku..aku tau dia mencari keseriusan dr ucapan ku..dg lembut ku katakan padanya "yakinlah..!karena keyakinan mu adlh doa untk ku.." Ia kembali diam dan tertunduk..tp msh sempat kusaksikan sudut matanya bersinar..bening..